Rangkaian pertemuan singkat membicarakan hal yang sama setengah hari tadi membuatku sangat lelah sebenarnya. Namun sayang untuk menolak pertemuan lainnya dengan dua orang kawan lama yang pernah di satu lembaga, yang kami sepakati "ngangeni". Senang membicarakan penggalan pengalaman, yang tak disaksikan mereka dan aku langsung. Meski pengalaman kami penggalannya tidak semulus dan seindah cerita romansa yang ditawarkan di novel dan cerpen cinta. Mungkin cinta dalam realita memang kaya rasa. Bumbunya yang lengkap membuat hidup menjadi terasa sedap. Sayang...tidak mudah menyimpulkannya seketika. Butuh proses mencicipi kekayaan rasanya sampai air liur dan mata keluar. Selanjutnya pembelajaran tiba dengan kedewasaan dalam menghayati maknanya.
Dan malam yang kukira bisa dilalui dengan menyambut dunia mimpi demi menghilangkan penat seharian tak jua berujung. Entah karena kopi yang tadi sempat kami puji sebagai one of the best coffe in the world, atau karena pengalaman memuaskan eksplorasi ketubuhan yang hanya bisa dinikmati jika dalam perjalanan jauh. Jika ruang menjadi otoritas pribadi, sayang melewati aktivitas memuji eksotisme tubuh sendiri. Ah....
Pengalaman ketubuhan...yang memuaskan secara hormonal...tidak jarang justru menyabik pengalaman emosional. Kembali merasakan kerinduan akan kehangatan sebuah pelukan. Sialan. Entah kebetulan atau memang sinyal jiwa tidak pernah berdusta. Dia menyapa, singkat, tapi tidak lepas kesan dendam rindu. Aku yang memang mendamba kehadirannya, menyesali mengapa harus ada detik-detik yang seakan mempermainkan perjumpaan di dunia maya ini.
Tiga kalimatku menyiratkan kekhawatiran dan kerinduan....tertunda...dan baru terbalas...ketika aku sudah lelah menunggu jawabannya....dan ingin membunuh kerinduan malam ini dengan lelap dan mimpi....giliranmu yang menyapa...dan tulisan ini bisa terwujud dalam rangka menunggu yang kedua kali malam ini. Sapaanmu ringan, tak menuruti emosionalku tentang keresahan dan kerinduan. Dan aku selalu memaklumi. Entah sampai kapan.
Kopi dan Asap, adalah teman setia malam ini....ketika teman dan kekasih lama....menyambut kerinduan sepenggal demi sepenggalan. Kopi dan Asap, benda-benda yang bisa diandalkan dan dipaksa menemani daripada sekumpulan orang-orang yang dengan serangkaian rencana dan kepentingan. Kopi dan Asap, teman berbagi pengalaman yang paling memahami dan tidak pernah menolak.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar